Jusuf Rizal: Indonesia Beruntung Punya Rocky Gerung dan Aktivis Pemberani yang Kritis

JAKARTA — Indonesia beruntung memiliki aktivis Rocky Gerung dan sejumlah aktivis lain yang kritis tanpa takut dalam mengkritisi berbagai persoalan yang terjadi dalam proses pembangunan bangsa, baik demokrasi, penegakan hukum, korupsi, pembangunan, maupun masalah keadilan sosial.

Hal tersebut disampaikan aktivis penggiat anti korupsi, HM. Jusuf Rizal dalam sebuah dialog membahas perkembangan pemberitaan yang viral tentang kata “bajingan tolol” di Jakarta, Minggu (6/8/2023.


Kalimat “bajingan tolol” menjadi pro kontra di Masyarakat setelah diucapkan oleh Rocky Gerung menyebut kepada Presiden Jokowi.

Tapi bagi seorang Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak, kalimat yang dilontarkan Rocky Gerung bisa jadi justru mewakili perasaan mayoritas masyarakat Indonesia yang telah jenuh dan kesal dengan keadaan saat ini.

“Bisa jadi (ucapan Rocky Gerung, red) justru mewakili perasaan Masyarakat yang ingin sejahtera dan aman,” tegas Jusuf Rizal.

Jusuf Rizal yang merupakan Ketua Relawan Pro Jokowi-Amin (Proja) The President Center pada Pilpres 2019 menilai Indonesia harus bersyukur memiliki seorang Rocky Gerung serta para aktivis lain yang terus kritis di tengah banyak hujatan, ancaman, maupun pro dan Kontra.

“Bagi saya kritikan itu menyehatkan dan perlu dalam era keterbukaan seperti saat ini. Tidak boleh baperan (bawa perasaan). Apalagi orang-orang yang mengaku dekat dengan Presiden Jokowi, jadi herder dan mengancam rakyat. Itu bodoh dan dungu,” tegas Jusuf Rizal, Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu.

Semestinya, lanjut Jusuf Rizal, orang-orang dekat Jokowi memberi masukan yang baik dan benar dalam proses pembangunan. Mengingatkan agar tidak menimbulkan hal-hal yang melanggar aturan. Jangan dibiarkan Jokowi membuat kebijakan yang salah dan kemudian kebijakannya menilai kritik masyarakat.

Jusuf Rizal yang pada Pilpres 2004, lewat Relawan Blora Center dukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-HM. Jusuf Kalla (JK) itu menambahkan, jika semua kebijakan pemerintah bagus, benar dan mampu memberikan kesejahteraan dan keamanan bagi rakyat, Ia yakin tidak akan ada hiruk pikuk hingga muncul kalimat “Bajingan Tolol”.

Menurutnya, Indonesia harus bangga memiliki tokoh-tokoh yang kritis dan konstruktif. Selain Rocky Gerung, ada Rizal Ramli, Refly Harun, Gatot Nurmantio, Syahganda Nainggolan, Denny Indrayana, Haris Azhar, Faisal Basri, Adhi Massardi, dan masih banyak lagi.

Bayangkan saja mau jadi apa negara saat ini, jika tanpa ada pengawasan dari Civil Society Organization (SCO). Tanpa ada orang seperti Rocky Gerung dan aktivis lain, yang tanpa henti terus mengawasi secara kritis jalannya pembangunan. Sedang dikritik saja, seperti korupsi makin merajalela dan abuse of power menjadi-jadi, apapagi tidak.

“Jadi semua pihak harus introspeksi diri. Bisa menerima kritikan sepedas apapun. Jika tidak ingin dikritik, tidak usah menjadi pejabat publik. Jadi relawan juga harus cerdas. Jangan hanya bisa jadi penjilat bodoh,” tegas Jusuf Rizal orang yang pertama kali mengenalkan istilah relawan dalam politik praktis.

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

banner 728x90