banner 728x90

BANGKALAN GAWAT COVID-19, LSM LIRA: GUBERNUR KHOFIFAH JANGAN CUCI TANGAN

  • Bagikan
banner 728x90

Bangkalan, LiraTV – Bangkalan darurat Covid-19. Salah satu wilayah di pulau Madura yang dikenal dengan Kota Dzikir dan Sholawat itu mengalami peningkatan kasus positif covid-19 hingga memaksa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan melockdown Instalasi Gawad Darurat (IGD).

Seperti tersebar di medsos, surat permohonan lockdown itu ditandatangani oleh Direktur RSUD tanggal 05 Juni 2021.

banner 728x90

Surat itu berisi permohonan kepada bapak bupati untuk lockdown IGD selama 3 hari, mulai tanggal 5 hingga 8 Juni 2021.

Permohonan lockdown IGD RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan itu karena adanya tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, bahkan ada tenaga kesehatan yang wafat dengan terkonfirmasi Covid-19.

Dalam broadcast via group wa, terdapat 29 Tenaga Kesehatan yang terpapar Covid19, hingga membuat 2 Puskesmas yaitu Puskesmas Arosbaya dan Puskesmas Tongguh menerapkan Micro Lockdown dan menutup layanannya hingga 14 hari kedepan.

Massifnya tambahan masyarakat Bangkalan yang terpapar Covid19 memantik reaksi LSM LIRA.

Sekwil LSM LIRA Jawa Timur, Mahmudi Ibnu Khotib, mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur ikut bertanggungjawab. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa jangan cuci tangan ketika ada persoalan.

“Kami lakukan investigasi, banyak terdapat TKI dan Tenaga Kerja Pelayaran Luar Negeri yang pulang kampung saat Lebaran tanpa dilakukan penyekatan dan karantina ketat sejak dari Bandara hingga di Area Jembatan Suramadu,” kata Mahmudi.

“Ibu Gubernur Khofifah, harus ikut bertanggung jawab bila kasus di Bangkalan ini semakin tak terkendali. Apalagi hanya sibuk merayakan pesta Ultah,” imbuh Mahmudi.

Aktivis yang pernah dibacok karena mengkritisi kasus korupsi ini juga menengarai kasus pandemi covid-19 di Bangkalan juga bisa jadi akibat ucapan-ucapan Khofifah yang tidak mendidik, dan membuat masyarakat meremehkan pandemi.

“Ini mungkin juga akibat pernyataan ibu Gubernur, bahwa masyarakat Madura sakti-sakti, sehingga masyarakat Madura lengah atas pernyataan tersebut.”

Mahmidi mengingatkan bahwa banyak masyarakat Madura adalah perantauan, bahkan menjelajah ke beberapa Negara, seperti Malaysia, Singapura, Saudi Arabia, Hongkong, hingga Amerika Serikat.

Dalam tradisi Madura, bila memasuki Bulan Puasa dan Idul Fitri ada tradisi Toron (Mudik). Hal ini diduga menjadi pemicu dan klaster penyebaran Covid19 di beberapa kecamatan seperti Bangkalan, Arosbaya, dan Klampis.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan, telah menetapkan 3 Kecamatan tersebut sebagai Zona Merah, serta Dinas Pendidikan Bangkalan mengeluarkan kebijakan kegiatan belajar mengajar tatap muka yang baru dimulai sepekan kemaren juga mulai dihentikan terhitung sejak Senin, 7 Juni 2021 sampai waktu yang belum ditentukan.


  • Bagikan
banner 728x90