Jakarta, LiraTV.id – Kepala Koordinator Nasional (Kakornas) Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama, mengaku kesal masih ada saja orang yang berusaha mengotak-atik posisi Polri.
Sandri menegaskan bahwa posisi Polri langsung di bawah Presiden adalah pakem dan tidak boleh diotak-atik lagi.
“Sudah paten. Polri itu langsung di bawah Presiden. Tidak ada lagi ruang perdebatan. Tidak ada lagi ruang diakusi. Karena Polri di bawah Presiden adalah yang terbaik, gitu loh,” kata Sandiri saat diwawancara awak media di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).
Sandiri yang juga Direktur Haidar Alwi Institute (HAI) menjabarkan bahwa kebutuhan terhadap institusi Polri semakin vital, baik dalam menjaga keamanan, ketertiban, penegakan hukum, termasuk dalam mengawal jalannya program pemerintahan.
“Tidak ada lagi ruang perdebatan karena Polri itu ya di bawah presiden. Sebab demografi negara kita dalam perspektif keamanan, ketertiban dan penegakan hukum sudah tepat Polri di bawah presiden langsung,” tegas founder Kontra Narasi itu.
Sebagai aktivis pemuda yang memiliki jaringan nasional, Sandiri mengaku sudah melakukan berbagai studi lapangan. Bukan hanya survei, namun sudah mengumpulkan 8 ribu orang di veldrome Jakarta untuk mendengar sikap mereka.
“Dan faktanya hampir semua masyarakat yang hadir berpandangan, bahkan dengan komitmen yang sama menjaga independensi Polri agar tetap dibawah presiden,” tegasnya.
Terkait survei, Sandor selaku direktur Haidar Alwi Institute menjelaskan bahwa mayoritas rakyat Indoensia sudah pakem dengan Polri di bawah Presiden langsung.
“Jadi gini, kami ini sudah rilis survei 79.5 persen masyarakat mendukung Polri tetap di bawah presiden. Bahkan kamu pernah mengumpulkan 8.000 orang pada 20 oktober 2025 lalu div eldrome Jakarta dan semua berkomitmen menjaga Polri tetap di bawah presiden,” jelasnya.
Oleh sebab itu, Sandri menegaskan bahwa sudah tertutup semua celah bagi pihak-pihak yang ingin mengubah posisi Polri. Sebab kebutuhan bangsa Indoensia saat ini adalah penguatan Polri yang langsung di bawah Presiden.
“Ini jelas aspirasi rakyat. Jadi jangan lagi ada diskusi bias di ruang publik dong,” tukas Sandri.
Keinginan masyarakat ini, lanjut Sandri, sudah seiring sejalan dengan sikap Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa Polri langsung di bawah Presiden. Demikian juga DPR RI yang menyatakan Polri tetap di bawah Presiden.
“Sikap Presiden Prabowo jelas kok, bahwa posisi Polri sudah tepat di bawah presiden, secara demokratis dan regulatif Komisi III DPR-RI juga bersepakat agar posisi Polri tetap di bawah presiden. Jadi komponen mana lagi yang diperdebatkan? Jangan mencari-cari masalah terhadap sesuatu yang sudah clear dan sudah jelas, gitu loh,” tuntas Sandiri.






