JAKARTA, LIRATV.ID — Forum Jamsos lintas federasi dan konfederasi kritik Presiden Prabowo Subianto yang lambat menetapkan Dewan Direksi BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, 2026-2031, padahal Dewas dan Direksi lama berakhir 19 Pebruari 2026, berikut nama 14 calon yang diusulkan Pansel ke Presiden untuk dipilih 7 orang.
Menurut Koordinator Forum Jamsos, KRH.HM.Jusuf Rizal, SH kepada media di Jakarta, lambatnya penetapan Dewan Direksi BPJS diduga adanya intervensi oknum di DPR ke istana.
Ada upaya untuk mengatur-atur komposisi Dewan Direksi yang sudah ditetapkan Pansel sesuai dengan rangking, khusus di BPJS Ketenagakerjaan.

“Forum Jamsos mendengar ada disebut tim 8 atau tim bayangan termasuk oknum partai politik yang mau seting ulang tanpa mengindahkan hasil Rekomendasi Tim Pansel,” tegas Jusuf Rizal, aktivis penggiat anti korupsi Relawan Prabowo yang enggan menyebut identitas orang yang melakukan intervensi itu.
Lebih jauh Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak itu mengatakan, seharusnya pengumuman susunan Dewan Direksi BPJS dilakukan bersamaan dengan hasil seleksi Dewas BPJS, baik Ketenagakerjaan maupun Kesehatan berdasarkan hasil Fit and Propertest di DPR RI. Baru kali ini di Pemerintahan Prabowo tidak jelas schedulenya.
Kemudian nama-nama 14 orang Calon Direksi BPJS untuk dipilih Presiden Prabowo juga dirahasiakan dan tertutup. Padahal semestinya rekomendasi dari Pansel dipublikasikan, dan disiarkan ke publik sebagai bentuk transparansi (akuntabilitas publik). Dengan ditutup seakan-akan ada mens rea (niat tidak baik).

“Forum Jamsos mengendus adanya upaya mengotak atik 14 nama yang diusulkan Pansel atau mau dioplos. Padahal sudah ada rangking atau nilai. Jika hasil Pansel ini diabaikan, Forum Jamsos akan proses hukum,” tegas Jusuf Rizal Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu.
Forum Jamsos sudah melakukan komunikasi dengan Ketua Panitia Seleksi Dewas dan Direksi yang juga Dirjen PHI Kemenaker, Indah Anggoro Putri guna mengetahui 14 nama calon Direksi BPJS Ketenagakerjaan. Tetapi, Indah menolak dengan alasan tidak memiliki data.

Kemudian Forum Jamsos mekakukan investigasi nama-nama 14 orang itu ke berbagai jaringan. Berikut datanya secara acak serta belum valid 100 persen yang diambil dari pengumuman 32 kandidat sebelumnya, yaitu:
1.Irvansyah Utoh Banja
2.Agung Nugroho
3.Abdur Rahman Irsyadi
4.Bambang Joko Sutarto
5.Budi Santoso
6.Eko Purnomo
7.Erwin Simanjuntak
8.Harjono Siswanto
9.Ihsanudin
10.Indra Gunawan
11.M. Izaddin
12.Teguh Purwanto
13.Trisna Sonjaya
14.Herdianto Budianto
Nama-nama itu tidak dipublikasi dan tertutup. Padahal hasil seleksi bukanlah rahasia negara. Forum Jamsos menyesalkan sikap tidak transparan Tim Pansel, karena dengan tertutup menjadi rawan diobok-obok oleh oknum-oknum tetentu serta membuka ruang transaksional jabatan yang merusak profesionalitas dan kompetensi para kandidat.






