BADUNG, BALI โ Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) M. Arif Batubara, S.H., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla. dikenal sebagai salah satu perwira menengah Polri yang memiliki rekam jejak penugasan strategis, baik di bidang penegakan hukum maupun kepemimpinan wilayah, Jumat (6/2).
Kariernya tumbuh melalui lintasan tugas yang menuntut ketegasan, integritas, dan kemampuan membaca dinamika sosial masyarakat.
Sejak awal pengabdiannya di Kepolisian Republik Indonesia, Arif Batubara ditempa dalam berbagai fungsi operasional dan struktural. Pengalaman panjang di bidang reserse, khususnya penanganan tindak pidana khusus, menjadi fondasi kuat dalam membangun karakter profesionalnya sebagai aparat penegak hukum yang cermat dan berorientasi pada keadilan substantif.
Salah satu penugasan penting yang pernah diembannya adalah sebagai Kasubdit 3 Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali. Pada posisi ini, AKBP Arif Batubara terlibat langsung dalam penanganan perkara-perkara krusial yang menuntut kecermatan hukum, ketelitian administrasi, serta kemampuan koordinasi lintas lembaga.
Puncak kepercayaan institusi datang ketika ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Badung, Polda Bali. Wilayah hukum Badung dikenal sebagai kawasan dengan kompleksitas tinggi, mengingat posisinya sebagai pusat pariwisata internasional dengan mobilitas manusia dan aktivitas ekonomi yang sangat dinamis.
Sebagai Kapolres, AKBP Arif Batubara tidak hanya tampil sebagai pemegang komando, tetapi juga sebagai figur pemimpin yang menekankan pendekatan humanis, preventif, dan profesional. Ia secara konsisten mendorong jajarannya untuk menjalankan tugas kepolisian yang berimbang: tegas dalam penegakan hukum, namun tetap mengedepankan pelayanan dan perlindungan masyarakat.
Dalam berbagai agenda pengamanan skala besar, termasuk operasi kepolisian terpusat dan kegiatan nasional, AKBP Arif Batubara kerap berada di garis depan, memastikan seluruh personel bekerja sesuai prosedur, etika, dan standar operasional yang berlaku. Penekanan pada disiplin, pemahaman tugas, serta tanggung jawab moral anggota Polri menjadi ciri khas kepemimpinannya.
Tak hanya fokus pada aspek operasional, ia juga aktif membangun sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha. Pendekatan kolaboratif ini dinilai mampu menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di wilayah hukum yang dipimpinnya.
Seiring berakhirnya masa jabatannya sebagai Kapolres Badung, jejak kepemimpinan AKBP M. Arif Batubara meninggalkan kesan kuat tentang pentingnya profesionalisme, integritas, dan kepekaan sosial dalam tubuh Polri. Sosoknya merepresentasikan perwira yang tumbuh dari proses panjang, ditempa oleh pengalaman lapangan, dan konsisten menjaga marwah institusi.
Di tengah tantangan penegakan hukum yang terus berkembang, figur seperti AKBP Arif Batubara menjadi gambaran bahwa Polri tidak hanya membutuhkan ketegasan struktural, tetapi juga kepemimpinan yang mampu merawat kepercayaan publik sebagai fondasi utama keamanan nasional.(Red)





