
Langkat, – Jembatan Bailey yang menghubungkan Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, dengan Desa Banjaran Raya, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, kini telah rampung dan kembali membuka akses mobilitas masyarakat pascabencana alam.
Jembatan rangka baja portabel tipe Bailey 2-1 tersebut memiliki panjang 30 meter dan lebar 3,65 meter, serta dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Keberadaan jembatan ini memungkinkan aktivitas sosial dan perekonomian warga di kedua desa kembali berjalan normal setelah sebelumnya terputus akibat kerusakan infrastruktur.
Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa saat meninjau lokasi pada Senin (26/1/2026), menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana. Ia menegaskan, pemulihan akses menjadi prioritas agar aktivitas masyarakat dapat kembali berlangsung aman dan lancar.

“Melalui pembangunan jembatan ini, TNI AD berupaya memastikan konektivitas masyarakat kembali pulih, sehingga kegiatan sosial dan perekonomian warga dapat berjalan normal,” ujarnya.
Dengan selesainya pembangunan Jembatan Bailey Besilam–Banjaran Raya, diharapkan mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta akses layanan dasar dapat kembali berjalan optimal sebagai bagian dari pemulihan berkelanjutan di Kabupaten Langkat. *(Dispenad)*
Hai pembaca setia! Temukan solusi media online Anda di 




