
Banjarnegara โ Salah seorang nasabah Bank BRI Unit kecamatan Punggelan kabupaten Banjarnegara merasa kecewa dan dibohongi, dari seorang oknum pegawai Unit BRI kecamatan Punggelan Banjarnegara.
Ia mengaku bahwa pelayan oknum bank BRI sangat tidak mencerminkan dari moto yang sudah ada bahwa BRI, yakni akan melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

Kata ketua LSM GMBI Slamet Wahyudi kepada media saat ditemui, Kamis (15/1/26). โKronologi kejadian nya, Darsim merupakan nasabah bank BRI Punggelan yang mempunyai pinjaman, tidak ada kendala, untuk melakukan pinjaman berikutnya. Darsim melakukan pelunasan dan akan di janjikan pencairan lagi, dari pihak BRI. Namun, pada kenyataanya tidak sesuai dengan realita di lapangan, setelah pihak keluarga dari Darsim melakukan pelunasan pembayaran lewat BRI link, tiba-tiba ada kabar yang tidak sedap, suruh berkasnya dari bank BRI di ambil, dengan alasan katanya nasabah kurang sopanโ.

Sementara itu dari pihak keluarga nasabah meminta keadilan. โSiapa yang harus bertanggung jawab kepada saudara saya sampai istrinya pak darsim, ibu darwanto kena stroke, gara-gara memikirkan utang, karena kemarin uang yang juga buat pelunasan pembayaran ke BRI juga uang pinjaman,โ katanya.
Hingga berita ini diturunkan, dari pihak keluarga Slamet Wahyudi. Apabila dari bank bri tidak ada itikad baik kita mau bikin surat resmi ke OJK terkait permasalahan ini.
(ugl/One)
Hai pembaca setia! Temukan solusi media online Anda di 





