
JAKARTA, LIRATV.IDย | Ormas Masyarakat Madura Asli atau Madas Nusantara luncurkan lembaga pengawasan The Jakarta Watch (JW) yang fokus membantu Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam menjalankan pemerintahan yang bersih dari korupsi dan abuse of power atau penyalahgunaan kekuasaan/kewenangan.
Ketua Umum Madas Nusantara, KRH.HM.Jusuf Rizal,SH saat diwawancara awak media mengatakan, The Jakarta Watch akan membantu Gubernur Pramono dalam mengawasi pembangunan Kota Jakarta dari prilaku korupsi dan abuse of power Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), maupun aparat Pemda DKI Jakarta guna terciptanya Good and Clean Governance (CGC) bagi pembangunan yang adil dan mensejahterakan masyarakat.
“Madas Nusantara menilai Jakarta merupakan kota yang memiliki kompleksitas pembangunan yang besar. Selain itu di kota Jakarta hampir semua etnis ada. Kemudian APBD-nya besar mencapai Rp95 triliun. Tanpa ada pengawasan civil society, abuse of power bisa terjadi,” tegas Ketua Umum Madas Nusantara, KRH.HM.Jusuf Rizal,SH di Jakarta.

Ormas Madas Nusantara merupakan salah satu organ tim pemenangan pasangan Pramono Anung-Rano Karno saat kampanye Pilkada DKI Jakarta 2024.
Seluruh Warga Madura di Jakarta sangat solid memberikan dukungan tanpa reserve, hingga mampu mewujudkan Pramono Anung menjadi Gubernur DKI Jakarta, periode 2025-2030.
Bagi warga Madura di Jakarta,, mendukung Pramono menjadi Gubernur DKI Jakarta adalah sebuah kebanggaan. Warga Madura di Jakarta yang jumlahnya mencapai 400-500 ribu orang dikenal sangat ulet dan tekun, serta memegang prinsip “di Mana Langit Dipijak, di Situ Langit Dijunjung”.
Warga Madura semakin bersemangat karena Gubernur Pramono dalam komitmennya menjajikan akan membangun BLK (Balai Latihan Kerja) untuk membina tenaga kerja warga Madura yang mayoritas pekerja sektor informal.
Karena adanya komitmen itu, Ormas Madas Nusantara merasa terpanggil untuk ikut mengawal berbagai kebijakan dan pengelolaan Pemda DKI Jakarta, agar Pramono jangan sampai seperti beberapa Gubernur daerah lain yang terjerat masuk hotel prodeo (Jeruji Besi).


“The Jakarta Watch (JW) Madas Nusantara akan fokus dalan kegiatan pengawasan pembangunan DKI Jakarta, khususnya terkait dalam penyalahgunaan wewenang (Abuse of Power),” ungkap Jusuf Rizal.
Jusuf Rizal yang dikenal konsisten sebagai pegiat anti-korupsi mengungkap hasil analisa lbaga kajian Madas Nusantara Institute, bahwa Jakarta termasuk rawan korupsi dan abuse of power.
“Dari analisa Madas Nusantara Institute, potensi kebocoran anggaran DKI cukup besar, karena lemahnya pengawasan,” tegas Jusuf Rizal yang juga Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu.
Melihat rekam jejak Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak dalam pemberantasan korupsi, medan wilayah Jakarta tidak terlalu sulit. Apalagi sarana informasi terbuka, ditambah jaringan yang dia miliki di KPK (Komisi Pemberabrasan Korupsi), Kepolisian, Kejaksaan, BPK, dan lain lembaga lainnya.
Menurut Jusuf Rizal, setelah intens selama satu tahun mempelajari dan menganalisa kinerja banyak instansi di DKI Jakarta, termasuk BUMN dan BUMD, salah satu yang menonjol adalah masih lemahnya pengawasan akibat tidak tegasnya inspektorat daerah.
Selainntidak tegas, lembaga pengawas di DKI Jakarta juga terlihat tidak independen dan mudah diintervensi. Akhirnya yang memiliki peran dalam jalannya pemerintahan DKI Jakarta adalah yang memiliki power politik.
Dengan terbentuknya The Jakarta Watch (JW) Madas Nusantara ini, lanjut Jusuf Rizal, maka ruang kosong dalam pengawasan korupsi dan abuse of power akan diisi. The Jakarta Watch akan menjadi penyambung lidah masyarakat Jakarta untuk menyampaikan adanya tindak penyalahgunaan wewenang para pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, termasuk BUMD yang nakal.
The Jakarta Watch (JW) yang berkantor di Gedung Gajah Tebet itu menyiapkan saluran hotline Wa 0888-9080-471 dan email : madasnu@gmail.com. Kemudian akan menggelar Diskusi Rutin Jakartaku yang secara berkala menggelar diskusi publik dengan mendatangkan Dinas, Direksi BUMD maupun akademisi.
Hai pembaca setia! Temukan solusi media online Anda di 





