
Jakarta, LiraTV.id | Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) mendesak Harian Kedaulatan Rakyat mengklarifikasi tentang iklan kelulusan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Mahasiswa UGM (Universitas Gajah Mada) Fakultas Kehutanan 1980.
Sesuai keterangan Bareskrim Mabes Polri disebutkan salah satu bukti jika Jokowi pernah kuliah di UGM adalah iklan Kedaulatan Rakyat pada tahun 1980, yang dimuat pada halaman 4 kolom 6 urutan ke-14 di Harian Kedaulatan Rakyat (KR), Yogyakarta dengan Nomor Pendaftaran 1180501421 tercantum nama Joko Widodo.
Pernyataan perlunya Harian Kedaulatan Rakyaf mengklarifikssi itu disampaikan Ketua Umum PWMOI, Kanjeng Raden Haryo (KRH). HM. Jusuf Rizal,SH di Jakarta, menjawab pertanyaan media menanggapi statemet Dr. Tifa yang berniat memproses hukum Harian Kedaulatan Rakyat dalam konteks tersebut.

“Guna memperoleh jawaban atas data yang disampaikan Bareskrim Mabes Polri, yang menyebutkan salah satu bukti bahwa Joko Widodo pernah kuliah dan berijasah UGM adalah iklan di Harian Kedaulatan, Yogyakarta. Karena itu Harian Kedaulatan Rakyat harus bicara,” tegas Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak, jurnalis senior itu.
Jusuf Rizal, Relawan Prabowo itu menilai, klarifikasi Harian Kedaulatan Rakyat menurutnya strategis guna menguatkan pernyataan dari pihak Bareskrim Polri. Iklan pengumuman UGM di Harian Kedaulatan Rakyat bisa menjadi salah satu kunci terkait keabsahan ijasah Jokowi
Perlu diketahui, Jusuf Rizal merupakan wartawan senior dari Harian Kedaulatan Rakyat Biro Jakarta tahun 80-90-an. Ia merupakan wartawan kritis dan idealis, yang ikut menyelamatkan Harian Kedaulatan Rakyat sehingga terbit terus, saat sejumlah wartawannya eksodus ke Harian Yogyapos, Bernas dan media lokal lainnya di Yogyakarta.

Selaku mantan wartawan di harian tertua di Indonesia itu, Jusuf Rizal menilai penting agar Harian Kedaulatan Rakyat (KR) bicara dan memberikan bukti. Pria aktivis penggiat anti korupsi, Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu menyebutkan, KR memiliki arsip yang bagus.
“Jika memang pernah memuat dalam iklan ada nama Jokowi, akan mampu ikut mengurai kasus ijasah Jokowi yang tak kunjung selesai,” papar Jusuf Rizal yang menilai kasus ijasah Jokowi terlalu berlarut-larut padahal mudah untuk menyelesaikannya.
Pemuatan iklan pengumuman kelulusan mahasiswa UGM di Harian Kedaulatan Rakyat tahun 1980 mudah ditelusuri lewat bagian iklan saat itu. Bagian iklan yang biasa terima pemasangan iklan tentu tau dan bisa memberi keterangan dan kesaksian.
“Mudah-mudahan masalah kisruh ijasah Jokowi cepat selesai, sebab urusan sepele membuat energi bangsa terkuras, “tutur Jusuf Rizal, pria yang juga Ketum Indonesian Journalist Watch (IJW) itu.
Hai pembaca setia! Temukan solusi media online Anda di 





