Jakarta, LIRATV.ID – Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Oesman Sapta Odang (OSO),menyampaikan komitmen Partai Hanura untuk terus berpihak kepada daerah dan rakyat kecil dalam momentum Peresmian Kantor DPP Hanura sekaligus Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Hanura, yang digelar pada hari Kamis (08/01/2026) di Kantor DPP Partai Hanura, Jakarta.
โHanura Peduli Daerah.โ
Dalam perayaannya, OSO menyampaikan rasa bangga, cinta, dan penghargaan kepada seluruh jajaran Partai Hanura dari tingkat pusat hingga daerah di seluruh Indonesia. Ia mengingatkan bahwa Hanura adalah partai yang lahir dari bawah, sehingga tidak boleh pernah melupakan rakyat kecil sebagai akar perjuangan.
โKita ini berasal dari bawah. Jangan pernah lupa dengan orang-orang di bawah. Karena daerah adalah fondasi utama. Kalau daerah makmur, barulah Indonesia makmur,โ tegas OSO.
OSO menekankan bahwa strategi utama Hanura adalah membangun kesejahteraan dari daerah, bukan sekedar menyebarkan wacana besar di tingkat pusat maupun internasional. Menurutnya, kemakmuran nasional hanya akan tercapai jika masyarakat di daerah memperoleh pekerjaan, kehidupan layak, dan pembangunan ekonomi yang adil di wilayahnya sendiri.
โKita tidak perlu jauh-jauh berbicara internasional. Kita ke daerah saja. Kita konsentrasi bagaimana memakmurkan daerah, karena sampai hari ini daerah belum sepenuhnya makmur,โ ujarnya.
Dalam konteks persahabatan, OSO juga menyinggung kondisi Indonesia yang tengah menghadapi berbagai musibah dan bencana. Ia mengajak seluruh kader Hanura untuk mengedepankan solidaritas, persatuan, dan kerja kemanusiaan, bukan mengajarkan politik yang menjauhi penderitaan rakyat.
“Bangun solidaritas, bangun persatuan. Jangan saling menyalahkan. Yang penting sekarang adalah membantu mereka yang menderita, dengan hati nurani dan keikhlasan, tanpa mencari popularitas,” kata OSO.
Sebagai bentuk nyata kepedulian, OSO mengingatkan seluruh jajaran DPD Hanura, khususnya di wilayah terdampak bencana, agar aktif melakukan aksi-aksi kemanusiaan secara tulus dan konsisten. Ia menegaskan bahwa bantuan sekecil apa pun, jika dilakukan dengan ikhlas, akan membawa nilai dan makna besar bagi masyarakat.
Peringatan HUT ke-19 Partai Hanura tahun ini pun dilaksanakan secara sederhana dan penuh, menyesuaikan kondisi bangsa yang tengah khawatir. OSO mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk terus mendoakan para korban serta memperkuat semangat kebersamaan sebagai satu bangsa.
โHari ini kita rayakan ulang tahun Hanura dengan cara yang berbeda. Kita menyesuaikan dengan kondisi bangsa.
Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Dr. H. Oesman Sapta Odang, menegaskan komitmen Partai Hanura untuk terus memperkuat persatuan nasional, kepedulian sosial, serta kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa. Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara dengan awak media usai peresmian kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Partai Hanura di Jakarta, Kamis (8/12).
Rangkaian acara peresmian diawali dengan kedatangan Ketua Umum Partai Hanura beserta rombongan yang disambut sajian budaya Betawi Palang Pintu sebagai simbol keterbukaan, penghormatan, dan kearifan lokal. Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti serta pengguntingan pita oleh Ketua Umum sebagai tanda resmi digunakannya gedung kantor DPP yang baru.
Setelah itu, kegiatan berlanjut ke acara seremonial yang digelar di lantai 5 gedung DPP Partai Hanura. Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qurโan yang dibacakan oleh qori, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum Partai Hanura serta prosesi pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan dan pengabdian Partai Hanura selama 19 tahun.
Dalam sambutannya, Oesman Sapta menekankan bahwa cita-cita besar sebuah partai politik tidak cukup hanya disampaikan secara lisan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata dan kepedulian terhadap rakyat. Menurutnya, pembangunan ekonomi dan sosial harus selalu berpijak pada nilai kemanusiaan dan keadilan.
โBangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kita tidak boleh melupakan akar dan jati diri kita. Jangan terus-menerus berpikir tentang kesalahan masa lalu, yang paling penting adalah bagaimana kita memperbaiki keadaan dan membantu mereka yang sedang menderita,โ ujarnya






