
BANTEN, LIRATV.IDย | Ketua Umum Ormas Masyarakat Madura Asli (Madas) Nusantara, Kanjeng Raden Haryo (KRH).HM.Jusuf Rizal, SH menggagas pertemuan tokoh dan sesepuh Madura, untuk menyikapi dampak premanisme yang dilakukan oknum ormas Madas dengan merampas dan mengusir nenek Eline (80 tahun) dari rumah tinggalnya yang sah di Surabaya.
“Karena dampak negatif aksi premanisme itu mulai meluas dan dikhawatirkan menjadi konflik horisontal, kami menilai para tokoh dan sesepuh Madura perlu turun gunung. Ini sudah menjadi serius dan dikhawatirkan jadi masalah nasional,” tegas Jusuf Rizal, aktivis penggiat anti korupsi itu kepada wartawan saat pelantikan DPD Madas Nusantara Tangengan di Banten yang dihadiri Gubernur Banten Andra Soni.
Jusuf Rizal yang masih keturunan Raja Sumenep, Arya Wiraraja itu menjawab pertanyaan media, mengatakan kasus premanisme yang dilakukan oknum ormas Madas bisa berdampak buruk bagi warga Madura lain di perantauah.
Warga Madura akan dianggap musuh bersama dan dikucilkan karena ulah beberapa oknum warga Madura.
Menurutnya, Madas Nusantara telah melakukan komunikasi dengan sejumlah tokoh dan sesepuh serta organisasi ke-Maduraan menyikapi kondisi ini. Sebab berkali-kali oknum warga Madura berulah yang membuat citra orang Madura jelek. Warga Madura dianggap arogan dan semaunya.

“Ini merupakan tantangan bagi tokoh, sesepuh dan organisasi ke-Maduraan agar mampu mendidik anggotanya dan warga Madura agar memiliki adab, etika dan moral.”

“Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Harus lebih demokratis serta mengedepankan penegakan hukum dalam setiap masalah,” tegas Jusuf Rizal Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu.
Tentang tempat pertemuan akan dilakukan di Jawa Timur dan atau di DKI Jakarta. Adapun waktunya, lanjut Jusuf Rizal yang juga Ketum PWMOI (Perkumpulam Wartawan Media Online Indonesia) itu dilakukan secepat mungkin dan bisa di awal 2026.
Sebagai pemimpin ormas besar Madas Nusantara, Jusuf Rizal menyadari memang anggota organisasi ke-Maduraan kemampuan SDM-nya masih perlu ditingkatkan. Sebab mayoritas pendidikan warga Madura belum memadai.
Untuk itu, kata Jusuf Rizal, di Madas Nusantara ada program Bina-Lindung-Sejahtera guna mendidik SDM berkualitas dan cerdas. Madas Nusantara bukan ormas preman!
Hai pembaca setia! Temukan solusi media online Anda di 





