Foto : DPP GMPRI saat Poto bersama,Ist
Jakarta, LIRATV – Diduga Imigrasi Kelas 1 TPI Mataram Sarang Mafia, Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (DPP GMPRI) Mendesak Bapak Prof. Yasona Hamonangan Laoly, SH, M.Sc., Ph.D.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Republik Indonesia Segera Copot Kepala dan jajarannya.
“Copot Kepala dan jajaran imigrasi NTB yang telah merusak citra baik lembaga Imigrasi Indonesia” kata Ketua Umum DPP GMPRI Raja Agung Nusantara kepada awak media.
Raja sapaan akrabnya menjelaskan, Imigrasi mestinya memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat Indonesia khususnya dan mancanegara Umumnya, bukan di jadikan ajang tempat monopoli kekuasaan dimana harus punya orang dalam dan banyak uang baru bisa membuat Paspor.
Kami terpanggil turun karena banyaknya aduan masyarakat terkait bobroknya kinerja Imigrasi Kelas 1 TPI Mataram ini.
“Masak bikin paspor biayanya 5 samlai 6 juta per orang? Dan itupun harus melalui Calok atau paguyuban baru bisa cepat terbiat paspor” tegas Raja.
Kami sudah coba Hearing dan memberi masukan atas hasil investigasi kami di bawah namun karena Kepala Imigrasi sedang di luar Kota, sehingga jawaban yang kami dapatkan sangat Normatif yang justru bukan solusi yang kami dapatkan.
Hingga kami adakan konsolidasi kembali bersama Ketua Umum GMPRI NTB Rindawanto Evendi dan jajaran dimana hasil dari pertemuan tersebut kami bersepakat untuk membawa persoalan yang di maksud ke tingkat Nasional untuk di atensi oleh pihak terkait.(Bar.S)






