Jakarta,LIRATV.ID— Momentum Halal Bihalal dan Haflatul ‘Id yang digelar oleh Al-Irsyad Al-Islamiyyah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (09/04/26), menjadi ajang strategis untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat arah gerakan organisasi ke depan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Muhammad Halim Bakhabazy menegaskan bahwa kegiatan tahunan ini tidak sekadar tradisi pasca-Ramadan, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi internal dan komunikasi gagasan kepada seluruh warga Al-Irsyad.
“Halal bihalal dan haflatul ‘id ini adalah forum tahunan yang sangat penting. Selain sebagai ajang silaturahmi setelah menjalankan ibadah puasa, ini juga menjadi momentum konsolidasi internal serta menyampaikan gagasan-gagasan yang akan dibawa Al-Irsyad selama satu tahun ke depan,” ujar Halim.
Ia menjelaskan, sejumlah poin strategis yang disampaikan dalam forum tersebut, termasuk oleh Wakil Ketua PP Al-Irsyad, menekankan pentingnya penguatan kategorisasi organisasi serta peningkatan kualitas pendidikan sebagai pilar utama gerakan.
Menurutnya, Al-Irsyad terus berkomitmen memperkuat peran di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial, sekaligus membangun budaya ilmiah di tengah masyarakat. Momentum Haflatul ‘Id juga dimanfaatkan untuk mengomunikasikan program dan langkah strategis organisasi kepada seluruh elemen umat.
Respons terhadap Isu Geopolitik Global
Dalam kesempatan itu, Halim juga menyinggung dinamika geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah yang turut menjadi perhatian serius umat Islam.
Ia menyatakan bahwa Al-Irsyad mendukung langkah diplomasi pemerintah Indonesia, termasuk upaya Presiden Prabowo Subianto dalam merespons situasi global. Namun demikian, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara diplomasi dan sikap kritis.
“Kita mendukung ikhtiar politik pemerintah dalam menciptakan perdamaian. Namun, di sisi lain, harus ada sikap kritis, terutama ketika melihat tindakan yang jauh dari nilai-nilai perdamaian,” tegasnya.
Halim menilai, Indonesia perlu menyuarakan sikap yang lebih tegas terhadap berbagai tindakan yang berpotensi merusak stabilitas global, termasuk yang melibatkan negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Israel.
“Kita berharap Indonesia tetap berada pada posisi yang menjunjung tinggi keadilan dan perdamaian dunia, dengan tetap mengedepankan sikap kritis terhadap dinamika global,” tambahnya.
Komitmen Al-Irsyad untuk Umat
Sebagai organisasi yang telah berdiri sejak 1914, Al-Irsyad Al-Islamiyyah terus berkomitmen menjadi pelopor pembaruan Islam melalui pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Faisol Nasar Bin Madi, organisasi ini berupaya memperkuat peran strategisnya dalam membangun umat yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.
Melalui momentum Halal Bihalal dan Haflatul ‘Id, Al-Irsyad menegaskan kembali pentingnya persatuan, penguatan internal organisasi, serta kontribusi nyata dalam menjawab tantangan zaman, baik di tingkat nasional maupun global.




