JAKARTA, LIRATV.ID – Memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel kembali mengingatkan dunia bahwa stabilitas global dapat berubah dengan cepat.
Ketegangan geopolitik tersebut tidak hanya berdampak pada kawasan konflik, tetapi juga berpotensi memengaruhi keamanan internasional, jalur energi, hingga dinamika politik dunia.
Dalam situasi seperti ini, berbagai negara meningkatkan kewaspadaan nasional sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan dampak yang lebih luas.
Di Indonesia, peningkatan kewaspadaan itu tercermin melalui terbitnya Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 tertanggal 1 Maret 2026 yang memerintahkan peningkatan kesiapsiagaan atau Siaga 1 di lingkungan TNI.
Instruksi tersebut dikeluarkan sebagai langkah antisipatif terhadap kemungkinan dampak eskalasi konflik global terhadap stabilitas keamanan nasional.
Dalam konteks tersebut, Ir. R. Haidar Alwi, MT – Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, serta Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, menilai bahwa langkah kesiapsiagaan tersebut perlu dipahami secara proporsional oleh masyarakat.
Menurut Haidar Alwi, kewaspadaan negara merupakan hal yang wajar dalam menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika global yang tidak menentu.
“Kesiapsiagaan negara adalah bagian dari tanggung jawab menjaga keamanan nasional. Namun masyarakat juga berhak mendapatkan penjelasan yang jernih agar tidak muncul kecemasan yang tidak perlu,” tegas Haidar Alwi.
Penjelasan yang jernih menjadi penting karena isu keamanan sering kali mudah disalahartikan ketika dilepaskan dari konteksnya.
Dalam situasi global yang memanas, masyarakat sering terpapar berbagai informasi yang tidak selalu utuh. Karena itu, menjaga ketenangan masyarakat menjadi bagian penting dari ketahanan nasional.
Dalam sistem keamanan nasional Indonesia, peran menjaga ketenangan publik tersebut berada pada institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Polri sebagai Penjaga Stabilitas Masyarakat.
Dalam konteks menjaga ketenangan publik itulah peran Polri menjadi sangat penting. Jika TNI memiliki mandat utama menjaga pertahanan negara dari ancaman eksternal, maka Polri berada di garis depan dalam memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
Menurut Haidar Alwi, stabilitas dalam negeri merupakan fondasi utama kekuatan sebuah negara. Ketika dunia menghadapi ketidakpastian, masyarakat membutuhkan rasa aman agar kehidupan sosial dan ekonomi tetap berjalan dengan baik.
“Polri menjadi garda yang menjaga ketenangan masyarakat. Ketika dunia sedang bergejolak, rakyat membutuhkan kepastian bahwa kehidupan sehari-hari tetap aman dan terkendali,” kata Haidar Alwi.
Di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri terus memperkuat peran menjaga stabilitas keamanan masyarakat melalui berbagai pendekatan yang menekankan profesionalitas, pelayanan publik, serta penguatan keamanan di ruang-ruang sosial masyarakat.
Peran tersebut terlihat dari berbagai langkah pengamanan yang dilakukan Polri, mulai dari menjaga objek vital nasional, memastikan ruang publik tetap kondusif, hingga meredam potensi keresahan masyarakat akibat informasi yang belum tentu benar.
Kepemimpinan Kapolri dan Stabilitas Nasional.
Haidar Alwi menilai bahwa kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Pendekatan Polri Presisi yang menekankan profesionalitas, responsivitas, dan transparansi menjadi fondasi penting dalam memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga.
Menurut Haidar Alwi, keamanan negara tidak hanya berkaitan dengan kekuatan pertahanan, tetapi juga dengan kemampuan negara menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Dalam hal ini, Polri memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Keamanan negara bukan hanya soal kesiapan pertahanan, tetapi juga tentang bagaimana negara mampu menjaga ketenangan rakyatnya. Di situlah peran Polri menjadi sangat penting,” ujar Haidar Alwi.
Sebagai pencetus Gerakan Nasional Rakyat Bantu Rakyat, Haidar Alwi juga mengajak masyarakat untuk melihat isu keamanan secara rasional dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang menimbulkan kekhawatiran berlebihan.
Menurutnya, kekuatan bangsa tidak hanya terletak pada kesiapan negara menghadapi ancaman, tetapi juga pada ketenangan rakyat dalam menghadapi situasi global yang berkembang.
“Ketika dunia sedang bergejolak, yang paling penting adalah memastikan rakyat tetap merasa aman. Polri hadir menjaga ketenangan itu, sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan tenang dan penuh kepercayaan terhadap negaranya,” pungkas Haidar Alwi.






