LIRATV.IDโ Hubungan persaudaraan antar institusi kerajaan di kawasan Nusantara dan Asia Tenggara kembali diperkuat melalui pertukaran Piagam Kerjasama antara Kesultanan Melayu Maharaja Tabunawai Johore Mindanao Darussalam dan Kerajaan Bolangitang, Sulawesi Utara, Indonesia.
Langkah diplomasi budaya tersebut diawali dengan penyampaian Letter of Intent (LoI) oleh HH Prince Iftiqar S.A. Ponto dari Kerajaan Bolangitang kepada pihak Kesultanan Melayu Mindanao Darussalam sebagai bentuk komitmen untuk mempererat hubungan persahabatan, kerja sama, serta kolaborasi kebudayaan antara kedua institusi kerajaan.
Pihak Istana Kesultanan Melayu Maharaja Tabunawai Johore Mindanao Darussalam kemudian secara resmi memberikan sambutan dan pengakuan kehormatan atas inisiatif tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat solidaritas dan persatuan di antara institusi-institusi kerajaan Melayu di kawasan Asia Tenggara.
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan di bawah naungan **Kesultanan Melayu Mindanao Darussalam bersama Pertubuhan Warisan Bangsa Melayu Filipina**, pihak Kesultanan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehormatan serta niat baik yang ditunjukkan oleh Kerajaan Bolangitang.
Hubungan kerja sama ini ditegaskan berdiri di atas prinsip **saling menghormati, kesetaraan martabat, serta nilai-nilai peradaban Melayu-Islam** yang sejak lama menjadi fondasi hubungan historis masyarakat Melayu di kawasan Nusantara.
Simbol heraldik serta insignia kerajaan yang menyertai piagam kerja sama tersebut melambangkan kesinambungan sejarah kepemimpinan, penjagaan terhadap warisan leluhur, serta kehormatan kedaulatan yang dijunjung tinggi oleh masing-masing institusi kerajaan.
Menurut keterangan resmi tersebut, inisiatif ini merupakan kelanjutan dari ikatan persaudaraan historis yang telah lama terjalin di antara kerajaan-kerajaan Melayu di kawasan Asia Tenggara.
Ke depan, hubungan ini direncanakan akan diperkuat melalui Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) yang mencakup kerja sama di berbagai bidang, antara lain:
โข Pelestarian budaya dan sejarah Melayu
โข Diplomasi warisan budaya serta dialog antarperadaban
โข Penelitian akademik dan kajian sejarah peradaban Melayu
โข Penguatan institusi adat dan persaudaraan antar kerajaan
Melalui kerja sama tersebut, kedua institusi kerajaan berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi penguatan diplomasi budaya regional, sekaligus mempererat hubungan masyarakat Melayu lintas negara.
Kemitraan ini juga dipandang sebagai upaya menjaga kesinambungan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur, termasuk persatuan, kehormatan, serta tanggung jawab menjaga warisan budaya dan peradaban Melayu
Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi jembatan penguatan hubungan antar kerajaan serta memperkokoh persaudaraan masyarakat Melayu di kawasan Asia Tenggara.
Pernyataan tersebut ditutup dengan doa dan harapan agar hubungan persahabatan yang terjalin dapat terus berkembang dalam semangat saling menghormati, persaudaraan, serta keberkahan bagi generasi yang akan datang.(Redsus)






