Jakarta, LIRATV.ID โ Sekretaris Jenderal BPP KAPMI, Aliya Cahya, menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi antara pengusaha, generasi muda, serta pemerintah dalam mendorong pengembangan usaha di Indonesia, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, organisasi tidak boleh hanya menjadi ruang bagi pengusaha besar semata, tetapi juga harus menjadi wadah bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang dan bertumbuh bersama.
โKami ingin BPP KAPMI hadir di tengah masyarakat, membantu para pelaku usaha yang membutuhkan sinergi, kolaborasi, dan dukungan untuk memajukan usahanya,โ ujar Aliya.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan santunan anak yatim piatu, business matching, serta buka puasa bersama yang digelar Pengurus Pusat Kamar Dagang Pengusaha Muda Indonesia (BPP KAPMI) di Hotel Balairung Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Aliya menjelaskan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus memperkuat jaringan kewirausahaan di kalangan generasi muda.
Dalam kegiatan santunan tersebut, sekitar 50 anak yatim piatu di wilayah Jakarta Pusat menerima bantuan dari para anggota organisasi.
โKami berharap kegiatan santunan seperti ini tidak hanya dilakukan setahun sekali, tetapi bisa dilaksanakan dua hingga tiga kali dalam setahun sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat,โ tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum BPP KAPMI Muliansyah Abdurrahman menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tiga agenda utama, yaitu business matching antara pengusaha dengan generasi muda, santunan anak yatim piatu, serta buka puasa bersama.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memberikan ruang dan kesempatan bagi generasi muda agar mulai mengenal dunia usaha sejak dini. โKami ingin menghormati dan memberikan kesempatan kepada anak-anak muda agar mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi pengusaha muda di masa depan,โ kata Muliansyah.
Lebih lanjut, Aliya Cahya mengungkapkan bahwa saat ini BPP KAPMI telah memiliki jaringan kepengurusan di berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga wilayah Papua. Jika digabungkan dengan anggota di tingkat daerah, jumlah anggota diperkirakan telah mencapai ratusan hingga ribuan orang.
Ke depan, organisasi ini menargetkan peningkatan jumlah anggota secara signifikan sekaligus memperkuat berbagai program pemberdayaan UMKM melalui pelatihan, mentoring, dan kegiatan pengembangan usaha.

Selain itu, BPP KAPMI juga berencana memperluas inklusivitas organisasi dengan merangkul kelompok disabilitas dalam berbagai program pemberdayaan.
โTeman-teman disabilitas memiliki potensi besar. Bahkan ada yang menjadi trainer dan planner yang hebat. Namun selama ini belum banyak wadah yang benar-benar menaungi mereka,โ ungkap Aliya.
Ia menegaskan bahwa BPP KAPMI ingin menjadi ruang yang ramah dan terbuka bagi semua kalangan untuk berkembang.
โKami ingin BPP KAPMI menjadi rumah yang nyaman bagi teman-teman disabilitas untuk tumbuh, berdaya, dan berkarya bersama,โ pungkasnya.
Melalui berbagai program tersebut, BPP KAPMI berharap dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran pengusaha muda dalam pembangunan ekonomi nasional.(Redsus/Bar.S)
LIRATV





