
Jakarta, LIRATV — Suasana khidmat di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada pagi hari, Senin (2/2), memberikan makna yang dalam bagi Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II Komando Resimen Mahasiswa (KOMENWA) Indonesia. Kehadiran Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto, S.H., M.H. sebagai salah satu pembina, menambah bobot sejarah bagi perhelatan tersebut.
Acara ini mengusung tema “Transformasi TRIP Menjadi KOMENWA Indonesia yang Tangguh, Profesional, dan Berintegritas”, bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi sebuah deklarasi peralihan zaman. KOMENWA bersiap menghadapi medan pertahanan modern. Dalam sambutannya, Panglima KOMENWA Indonesia, Dr. H. Datep Putra Saputra, menegaskan bahwa Rapimnas ini adalah yang terakhir sebelum bertransformasi menjadi Rapat Komando Nasional (Rakornas), menandakan perubahan struktural yang lebih solid.
Laksda (Purn) Surya Wiranto, dengan latar belakang sebagai mantan perwira tinggi matra laut dan kini advokat serta dosen, mengingatkan semua yang hadir tentang akar historis gerakan mahasiswa dalam bela negara. “Tujuh puluh sembilan tahun yang lalu, para mahasiswa dalam Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) memilih untuk tidak sekadar belajar tentang kemerdekaan, tetapi mempertahankannya dengan senjata,” ujarnya.
Transformasi Menjawab Tantangan Zaman
Evolusi dari TRIP hingga menjadi KOMENWA mencerminkan tanggapan terhadap ancaman bangsa. Jika di masa lalu medan pertempuran adalah hutan dan kota, kini perang telah berpindah ke ruang digital, dengan ancaman siber dan disinformasi yang berpotensi melumpuhkan kedaulatan.
“KOMENWA harus menjadi garda kesadaran nasional. KOMENWA harus hadir sebagai penyangga ideologi negara,” tegas Surya Wiranto. Di bawah kepemimpinan Datep Saputra, KOMENWA aktif menjajaki pembentukan Resimen Mahasiswa Matra Laut sebagai komponen pendukung TNI Angkatan Laut, menunjukkan bahwa peran bela negara kaum terpelajar harus relevan dengan kebutuhan pertahanan saat ini.
David Darmawan: Wajah Menwa Sejati di Tengah Arus Digital
David Darmawan, sebagai undangan kehormatan dari Panglima Datep Saputra, mewakili generasi muda yang mencintai tanah air dengan sepenuh hati. Dalam konteks ini, dia menjadi simbol idealisme Menwa yang siap mengembangkan kapasitas diri demi pertahanan siber bangsa.

Di tengah kekhawatiran atas degradasi nasionalisme di kalangan milenial, kehadiran David dan semangat yang dibawa Rapimnas menjadi penawar. Mereka adalah bukti bahwa semangat “Widya Castrena Dharma Siddha” (Ilmu dan Bela Negara adalah Kewajiban yang Suci) tetap hidup, namun dengan pendekatan yang lebih relevan.
Mempersiapkan Rakornas dan Langkah ke Depan
Rapimnas II ini menjadi titik tolak menuju Rakornas yang lebih terkoordinasi, sejalan dengan semangat pemerintah pusat untuk meningkatkan sinergi. Bagi KOMENWA, transisi ini berarti penguatan kapasitas organisasi dan profesionalisme.
Dengan pembina seperti Surya Wiranto yang membawa pengalaman militer, hukum, dan maritim, KOMENWA membentuk diri menjadi cadangan strategis bangsa yang tangguh secara fisik, cerdas digital, dan tegas ideologis.
Sebagaimana diingatkan oleh Surya Wiranto, “Medannya berubah, tetapi sumpahnya tetap sama.” Dari TRIP 1947 hingga KOMENWA 2026, semangat itu tetap satu: siap menjaga Indonesia dari segala bentuk ancaman, kini dan di masa depan.
Untuk diketahui bersama, Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto, S.H., M.H., adalah seorang advokat, dosen, dan mantan perwira tinggi TNI AL yang kini aktif sebagai pembina KOMENWA Indonesia. (RED)
Hai pembaca setia! Temukan solusi media online Anda di 





