
Jakarta,LiraTV.id – Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) menggelar Perayaan Natal dan Kunci Taong 2026 dengan tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dan subtema “Kasih Kristus Sempurna bagi Kita dalam Menjaga Akar, Menyatukan Hati, dan Menjadi Cahaya”, bertempat di Gedung Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Perayaan ini menjadi momentum spiritual sekaligus budaya bagi keluarga besar Kawanua di perantauan untuk mempererat iman, menjaga jati diri, serta memperkokoh persatuan dalam bingkai kekeluargaan.
Fernando Rorimpandey, SH., MH., Ketua Panitia Pelaksana Natal dan Kunci Taong KKK 2026, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang pemulihan iman dan penguatan identitas Kawanua.
“Ibadah Natal dan Kunci Taong harus menjadi ruang pemulihan iman, persatuan keluarga, serta penguatan identitas budaya Kawanua. Karena itu, seluruh persiapan kami kawal secara langsung,” ujar Fernando.
Senada dengan Fernando Staf khusus Kementerian Agama Republik Indonesia, Gugun Gumilar menegaskan bahwa persatuan nasional dan kerukunan antarumat beragama adalah kekuatan utama Indonesia, mencerminkan jati diri bangsa yang saling menghormati, saling menguatkan, dan hidup berdampingan secara damai,” ujar Gugun.
Selanjutnya Kementerian Agama komitmen dalam mengutamakan ajaran cinta kasih dalam beragama sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Visi Kementerian Agama adalah mewujudkan kehidupan beragama yang penuh cinta kasih, rukun, toleran, dan berkeadaban”, lanjut Gugun Staf Khusus Kemenag RI Bidang Kerukunan Antara Umat Beragama ini.
Perayaan Natal dan Tahun Baru ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat dialog, persaudaraan, dan solidaritas lintas iman.
Kawanua se-Dunia Indonesia secara konsisten mendorong peran diaspora dan keluarga besar Kawanua dalam menjaga nilai kebangsaan, persatuan, serta kontribusi positif bagi Indonesia dan dunia.
Gugun juga mengapresiasi Keluarga Besar Kawanua se-Dunia Indonesia yang terus menjadi teladan dalam merawat kebhinekaan dan memperkuat persaudaraan lintas suku, agama, dan budaya.
Perayaan ini diharapkan menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen bersama untuk menjaga Indonesia sebagai rumah besar yang damai, rukun, dan harmonis bagi seluruh umat beragama.






