

Jakarta,LiraTV.id–Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kulon Progo, Pratiwi Ngasaratun, S.IP., S.Psi., M.Sc., menekankan bahwa efisiensi anggaran dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi fondasi penting untuk mendorong inovasi dalam pelayanan publik. Pernyataan ini disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Sinergi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Urusan Pemerintahan Umum dari Daerah di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Pratiwi menyebut, keterbatasan anggaran tidak seharusnya menjadi hambatan, melainkan justru memacu kreativitas pemerintah daerah. “Dengan anggaran yang terbatas, kami ditantang untuk merancang kegiatan yang efisien namun tetap berdampak besar. Contohnya, program sosialisasi wawasan kebangsaan di Kulon Progo kini dijalankan dengan pendekatan kolaboratif. Kami melibatkan sekolah, memanfaatkan media lokal, serta menyampaikan pesan penting seperti anti-radikalisme melalui upacara bendera dan pembelajaran langsung,” jelasnya.
Menurut Pratiwi, strategi efisiensi ini sejalan dengan prioritas pembangunan nasional dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kulon Progo. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah memungkinkan program prioritas nasional dapat diterapkan di tingkat lokal secara efektif, tanpa menimbulkan beban tambahan pada anggaran daerah. “Kolaborasi lintas sektor—dari pemerintah, sekolah, hingga media—membuka ruang bagi inovasi. Keterbatasan anggaran justru mendorong ide-ide kreatif yang sebelumnya mungkin tidak terpikirkan,” tambahnya.

Dalam rakornas tersebut, Pratiwi juga menekankan pentingnya pelaksanaan program urusan pemerintahan umum sejak awal tahun 2026. Menurutnya, pertemuan ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk menyesuaikan program prioritas pusat dengan kondisi dan kebutuhan lokal. “Rakornas bukan hanya soal koordinasi teknis, tetapi membangun pemahaman bersama tentang prioritas nasional. Dengan sinergi yang tepat, setiap program dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujar Pratiwi.
Lebih jauh, Pratiwi menekankan bahwa inovasi yang lahir dari efisiensi anggaran memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat. “Efisiensi bukan sekadar penghematan biaya, tapi juga membuka ruang bagi kreativitas dalam pelayanan publik. Program-program yang sebelumnya membutuhkan anggaran besar kini dapat dijalankan lebih cerdas, partisipatif, dan melibatkan berbagai pihak,” tuturnya.
Menutup wawancara, Pratiwi menegaskan komitmen Pemkab Kulon Progo untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan semua pemangku kepentingan demi pembangunan daerah yang efektif, inovatif, dan berkelanjutan. “Sinergi dan kolaborasi adalah kunci agar program prioritas nasional benar-benar menyentuh masyarakat. Efisiensi anggaran bukan hambatan, melainkan pendorong inovasi yang membawa manfaat nyata bagi warga Kulon Progo,” pungkasnya.
Hai pembaca setia! Temukan solusi media online Anda di 




