
Jakarta,LiraTV.id – Center for Dialogue and Cooperationamong Civilizations (CDCC) menilai awal tahun 2026 sebagai fase krusial bagi Indonesia dalam menjaga kerukunan nasional di tengah meningkatnya tekanan sosial, ekonomi, dan politik. Kemajemukan bangsa Indonesia, sebagai ketetapan dan karunia Ilahi, tidak dapat dibiarkan berjalan secara alamiah, melainkan harus dirawat dan direkayasa secara sadar melalui kebijakan yang adil dan kepemimpinan yang inklusif.
CDCC mengingatkan, meskipun persatuan nasional relatif terjaga, gejala keretakan sosial mulai tampak di berbagai daerah. Sentimen primordial berbasis Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA) kerap dipicu oleh ketimpangan sosial-ekonomi dan kepentingan politik jangka pendek. Situasi ini berpotensi menjadi ancaman serius apabila disharmoni horizontal di masyarakat berhimpit dengan ketegangan vertikal antara rakyat dan pemerintah.
Gelombang demonstrasi masyarakat pada Agustus hingga awal September 2025 dinilai sebagai peringatan keras atas ketidakpuasan publik terhadap kondisi ekonomi dan keadilan sosial. Protes dipicu antara lain oleh penolakan terhadap tunjangan baru anggota DPR, kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di sejumlah daerah, serta kekecewaan atas kinerja pemerintah dalam mengatasi pengangguran, kesenjangan ekonomi, dan lonjakan biaya hidup.
Meski ekonomi nasional tetap tumbuh dengan inflasi yang relatif terkendali, CDCC menilai kualitas pertumbuhan masih rendah. Penciptaan lapangan kerja formal terbatas, produktivitas melambat, dan ketergantungan pada konsumsi domestik serta komoditas masih tinggi. Di sisi lain, sektor manufaktur dan teknologi belum menjadi penggerak utama, sementara kinerja ekspor Indonesia tertinggal dibanding negara tetangga.
Ketua CDCC Prof. Dr. Din Syamsuddin menegaskan bahwa stabilitas nasional tidak mungkin dijaga tanpa perbaikan kualitas pertumbuhan ekonomi. โPertumbuhan ekonomi harus berkeadilan. Jika ketimpangan dibiarkan, ketegangan sosial akan meningkat dan dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menciptakan kekacauan politik,โ ujarnya saat konferensi pers di Jakarta ,Selasa (13/1/2026).

CDCC menaruh harapan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah-langkah strategis sebagai prajurit-negarawan guna memperkuat kohesi sosial dan menjaga persatuan bangsa. โIndonesia hanya akan maju jika kerukunan dirawat secara nyata, keadilan ditegakkan, dan dialog dijadikan jalan utama dalam menyelesaikan perbedaan,โ tegas Din Syamsuddin.
Kegiatan Dialog akan dihadiriย Majelis Cendekiawan Madani Malaysia-Indonesia (MCM Malindo), ” MCM Malindo adalah forum atau pertemuan para cendekiawan dan tokoh dari Malaysia dan Indonesia atas inisiatif Ketua CDCC, Prof. Dr. Din Syamsuddin yang bertujuan membahas permasalahan yang ada antara kedua negara, memperkuat landasan intelektual negara madani, dan ikut serta memajukan kehidupan umat Islam serantau. Madani Malindo diresmikan oleh Menteri Agama Malaysia pada Agustus 2025. Pertemuan kedua akan diadakan di Jakarta pada bulan Agustus 2026″, pungkas Siti Badria.
๐ Mau Punya Website Media Online Sendiri?
Tapi masih bingung mulai dari mana? Tenang, Ar Media Kreatif siap bantu!
Jasa Pembuatan Website Berita Profesional sejak tahun 2018. Telah membantu ratusan media online yang kini tersebar di seluruh Indonesia.
โ๏ธ Desain modern & responsif
โ๏ธ SEO siap pakai
โ๏ธ Dukungan penuh dari tim teknis
๐ฌ Info & Konsultasi:
Klik di sini untuk WhatsApp
โ๏ธ Website ini adalah klien Ar Media Kreatif
Didukung penuh secara teknis dan infrastruktur oleh tim AMK.
Hai pembaca setia! Temukan solusi media online Anda di 





