Hukum  

Dr. Kun: Selama Negara ‘Menyusui’ Bisnis, Ekonomi Tak Akan Sehat , Kini Purbaya Berani Lawan

๐Ÿ“ Foto: Tampak Dr.Kun saat Podcast Madilog di Forum Keadilan TV dipandu sejarawan Indra J.Piliang,(Ist

Jakarta,LIRATV.ID โ€” Sosok Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi perbincangan publik karena gaya komunikasinya yang lugas dan berani. Dalam tayangan terbaru Podcast Madilog di kanal Forum Keadilan TV, ekonom Dr. Kun Nurachadijat, SE, MBA, menilai langkah-langkah kebijakan Purbaya telah โ€œmengusikโ€ kenyamanan para pemain lama ekonomi, termasuk oligarki yang selama ini menikmati fasilitas negara.

Menurut Dr. Kun, Purbaya sedang berusaha memindahkan โ€œpusat darah ekonomiโ€ dari sektor finansial ke sektor riil. Langkah seperti menggelontorkan Rp460 triliun ke lima bank pemerintah, katanya, merupakan strategi konkret agar pelaku usaha kecil hingga menengah dapat mengakses kredit murah dan memperkuat daya beli masyarakat.

โ€œUang jangan hanya berputar di portofolio saham dan surat utang, karena di sana orang bisa kaya sendiri, tapi rakyat tetap miskin. Tukang pisang tetap tak laku, rumah tak terbeli, daya beli rakyat rendah,โ€ ujar Kun.

Ia menyebut, kebijakan fiskal di era Purbaya merupakan koreksi terhadap pendekatan Menteri Keuangan sebelumnya, Sri Mulyani, yang dinilai terlalu fokus menaikkan pajak tanpa memberi ruang tumbuh bagi sektor usaha.

โ€œPajak sudah keburu naik di era Sri Mulyani, jadi sebaiknya sekarang jangan dinaikkan lagi. Justru permudah kredit usaha. Langkah Purbaya mengalirkan dana ke perbankan itu tepat agar uang bekerja untuk rakyat,โ€ tambahnya.

Dalam dialog bersama sejarawan Indra J. Piliang selaku host, Dr. Kun juga menyinggung fenomena kapitalisme semu yang membuat banyak korporasi besar tampak tangguh padahal bergantung pada fasilitas negara.

โ€œBanyak industri bayi atau infant industry yang terus disuntik dana pemerintah. Contohnya startupโ€“startup yang masih disusui negara. Akibatnya muncul inefisiensi dan ekonomi gelembung bubble economy. Mereka terlihat untung bukan karena efisiensi, tapi karena subsidi,โ€ ujarnya.

Ia melanjutkan dengan nada sarkastik, โ€œMau sampai kapan disusuin pemerintah? Capek juga. Negara bocor ke sana-sini, sementara efisiensi hilang. Padahal arah ekonomi yang benar seharusnya banyak melibatkan variabel non-ekonomi etika, keadilan sosial, dan pemerataan manfaat.โ€

Lebih jauh, Dr. Kun menilai bahwa keberanian Purbaya berbicara terbuka di hadapan DPR dan menteri lain adalah sinyal perubahan. โ€œDulu waktu masih eselon satu, Purbaya pernah curhat ke Presiden Jokowi soal hambatan kebijakan ekonomi. Sekarang ketika sudah diberi kewenangan penuh, ia tampil seperti koboi. Dan itu yang membuat banyak pihak, termasuk kalangan bisnis besar, mulai terusik,โ€ katanya.

Dr. Kun tidak menampik adanya hubungan antara Purbaya dan lingkaran kekuasaan Luhut Binsar Pandjaitan. Namun menurutnya, kini dinamika justru berbalik.

โ€œIroninya, orang yang dulu dianggap bagian dari lingkar Luhut, kini justru mengguncang kepentingan bisnis yang berdekade-dekade dilindungi kebijakan elitis. Itulah mengapa judul podcast ini tepat Purbaya Mengusik Bisnis Luhut dan Oligarki.(Red.MN/Bar)

Tonton juga:

_Dilansir dari berbagai sumber_

๐Ÿš€ Mau Punya Website Media Online Sendiri?

Tapi masih bingung mulai dari mana? Tenang, Ar Media Kreatif siap bantu!

Jasa Pembuatan Website Berita Profesional sejak tahun 2018. Telah membantu ratusan media online yang kini tersebar di seluruh Indonesia.

๐ŸŽฏ Layanan Lengkap:
โœ”๏ธ Desain modern & responsif
โœ”๏ธ SEO siap pakai
โœ”๏ธ Dukungan penuh dari tim teknis

๐Ÿ’ฌ Info & Konsultasi:
Klik di sini untuk WhatsApp


โš™๏ธ Website ini adalah klien Ar Media Kreatif
Didukung penuh secara teknis dan infrastruktur oleh tim AMK.

๐Ÿš€ Mau Punya Media Online Sendiri?

Tenang, Ar Media Kreatif siap bantu buatkan!

Sejak 2018, telah ratusan media online dibangun & tersebar di seluruh Indonesia.

๐Ÿ’ฌ Konsultasi Sekarang

Didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

๐Ÿš€ Ingin punya Media Online Profesional seperti ini? Ar Media Kreatif siap bantu Anda! ๐Ÿ’ป