News  

NGERII !! Kalau Sistem Politik dan Hukum Tak Diubah, Baiknya Referendum

๐Ÿ“ Teks Foto: Pengamat politik, sosial dan budaya, M. Rafiq Datuk Raja Kuaso, ist

Jakarta, LIRATV โ€“ Jelang H-1 Peringatan Hari pembacaan teks Proklamasi 17 Agustus 2025, gelombang wacana referendum di Riau, Aceh, Papua, dan Maluku semakin nyaring terdengar. Tokoh adat sekaligus pengamat politik, sosial dan budaya, M. Rafiq Datuk Raja Kuaso, mengingatkan bahwa semua ini bermuara pada kegagalan sistem politik dan hukum yang berlaku saat ini.

โ€œKalau mau niat benahi bangsa, mulai dulu dari sistem politik dan hukum. Demokrasi kita hanyalah ilusi di bawah kapitalisme-liberalisme. Rakyat tertindas, dicegah untuk bersatu. Kalau sistem ini tidak diubah, referendum bisa jadi pilihan,โ€ tegasnya dalam forum komunikasi para tokoh adat Nusantaraโ€“Asia Tenggara.

Menurut Datuk Raja Kuaso, jalan keluar tidak bisa setengah-setengah, Sistem politik cukup dua partai saja: oposisi dan penguasa, Koruptor dihukum mati, hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, Pemilihan presiden bukan one man one vote, tetapi melalui permusyawaratan perwakilan sesuai sila ke-4 Pancasila, dengan sistem distrik.

โ€œPolitik biaya tinggi hanya melahirkan lingkaran korupsi. Siapa pun tokoh baik yang masuk akan jatuh ke jurang yang sama. Bahkan ada yang saya sebut korupsi syariah: pakai simbol agama untuk politik, tapi ikut makan uang haram hasil korupsi,โ€ ungkapnya.

Cermin Hilangnya Harapan
Ia juga menilai, tuntutan referendum adalah cermin hilangnya harapan rakyat terhadap negara.

โ€œSaudara-saudara kita di Aceh, Papua, Maluku, Riau sudah lama berteriak. Mereka punya alasan: utang negara makin banyak, uangnya tidak jelas, korupsi merajalela, hukum tumpang tindih, kebijakan tambang merugikan rakyat. Pendapatan daerah besar, tapi yang kembali tidak sesuai harapan. Jadi wajar kalau suara referendum muncul. Ini harus disikapi positif, bukan dimusuhi. Elit bangsa harus segera berbenah sebelum virus referendum menular ke daerah lain,โ€ tegasnya.

*Alarm Perubahan untuk Presiden*
Datuk Raja Kuaso menekankan bahwa gerakan adat yang mendukung referendum sejatinya gerakan positif, asal pemerintah serius mendengar dan menindaklanjutinya.

โ€œBangsa ini bisa selamat hanya jika sistem politik dan hukum dibenahi sesuai Pancasila. Kalau tidak, referendum akan jadi kenyataan. Tapi jika Presiden berani bergerak dan mengakomodir aspirasi ini, kekuatan adat bisa menjadi pendukung penuh Presiden. Itu modal besar untuk melakukan manuver politik yang kuat melawan oligarki dan politisi hitam di sekelilingnya,โ€ pungkasnya.(RedSUS/BAar)

๐Ÿš€ Mau Punya Website Media Online Sendiri?

Tapi masih bingung mulai dari mana? Tenang, Ar Media Kreatif siap bantu!

Jasa Pembuatan Website Berita Profesional sejak tahun 2018. Telah membantu ratusan media online yang kini tersebar di seluruh Indonesia.

๐ŸŽฏ Layanan Lengkap:
โœ”๏ธ Desain modern & responsif
โœ”๏ธ SEO siap pakai
โœ”๏ธ Dukungan penuh dari tim teknis

๐Ÿ’ฌ Info & Konsultasi:
Klik di sini untuk WhatsApp


โš™๏ธ Website ini adalah klien Ar Media Kreatif
Didukung penuh secara teknis dan infrastruktur oleh tim AMK.

๐Ÿš€ Mau Punya Media Online Sendiri?

Tenang, Ar Media Kreatif siap bantu buatkan!

Sejak 2018, telah ratusan media online dibangun & tersebar di seluruh Indonesia.

๐Ÿ’ฌ Konsultasi Sekarang

Didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

๐Ÿš€ Ingin punya Media Online Profesional seperti ini? Ar Media Kreatif siap bantu Anda! ๐Ÿ’ป