Pemanasan Debat Capres, Akademisi: Hanya Ganjar yang Masukkan Konsep KAA dalam Visi Pertahanan

Arief Setiawan, Pengamat Hubungan International Universitas Brawijaya, Malang.

Jakarta, LiraTV.id – Debat capres tahap III akan mengangkat tema tentang pertahanan dan keamanan digelar pada Minggu (7/1/2024).

Menjelang debat itu, Indonesian Public Institute (IPI) mulai menghangatkan suasana dengan mengadakan diskusi webinar menghadirkan para pakar terkait pertahanan dan keamanan negara.


“Menjelang debat capres nanti, maka sekarang kita diskusi untuk melihat sejauh ini apakah visi misi capres-cawapres sudah mampu menjawab tantangan yang kompleks dan complicated di bidang pertahanan dan keamanan,” ujar direktur eksekutif IPI Karyono Wibowo membuka webinar, Jumat (5/1/2024).

Webinar itu menghadirkan para pembicara kompeten, yakni Prof Muradi (Guru Besar Ilmu Politik & Keamanan UNPAD); Dr. Donny Yoesgiantoro (Ketua Komisi Informasi Pusat); Dr(C)Yulis Susilawaty (Analis Geopolitik & Hankam); Arief Setiawan (Pengamat Hubungan International Universitas Brawijaya); dan Soleman Ponto (Mantan Kepala BAIS).

Pembicara pertama Arif Setiawan mengatakan jika berbicara tentang pertahanan negara, maka Indonesia tak bisa lepas dari sejarah Konferensi Asia Afrika (KAA) yang sangat monumental. Selain membuka mata dunia tentang politik luar negeri Indonesia yang anti imprealisme, politik bebas aktif, juga menegaskan posisi Indonesia yang bebas menentukan sikap dalam percaturan geopolitik dunia.

“Maka jangan salah kaprah, KAA bukan menginginkan non-blok, bulan juga netral loh. Tapi bagaimana bebas menentukan pilihan. Bebas dan anti-perang,” ujar Arif.

Ia juga menegaskan bahwa KAA di Bandung, Jawa Barat yang diinisiasi Bung Karno itu adalah tonggak sejarah monumental bagi masyarakat dunia.

Nah, kata Arif, patut disayangkan dalam debat capres 2024 bertemakan Pertahanan dan Keamanan ini, hanya satu capres saja, yakni Ganjar Pranowo yang memasukkan tentang KAA ini dalam visi-misinya. Sedangkan Anies Baswedan dan Prabowo Subianto tidak.

“Sayangnya dalam debat capres hanya satu capres yang mengangkat soal KAA. Padahal ini penting. Kalau bicara Palestina misalnya itu tak lepas dari KAA,” jelasnya.

Maka ini, ia menilai perlu ada penegasan yang jujur, misalnya tentang sikap terhadap piala dunia U-20 yang batal dilaksanakan di Indonesia karena ada Israel, dimana Israel tidak punya gak mengibarkan bendera dan menyanyikan lagu kebangsaannya di Indonesia lantaran sebagai penjajah Palestina.

“Sejak awal saya menyatakan itu, Israel gak boleh ikut. Karena semangat anti-kolonialisme dan imprealisme.
Lebih baik kena sanksi dari pada kita tunduk pada penjajahan,” tandas Arif.

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

banner 728x90