banner 728x90

Ihwal Pidato Jokowi di DPR/MPR, Berikut Respon dan Pernyataan Sikap Cipayung Plus

  • Bagikan
banner 728x90

 [Foto Bersama Cipayung Plus saat di Gedung Juang, Menteng,Jakpus, Ist]

Jakarta|LIRATV-Cipayung Plus mengadakan Konferensi Pers kepada awak media di Gedung Joang 45 Menteng Raya, Jakarta Pusat , pada Jum’at (20/8/21).

banner 728x90

Terkait pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo pada Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Gedung DPR/MPR di Jakarta pada Senin (16/8/21) kemarin. Cipayung Plus mengeluarkan penyataan sikap sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja Pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

Menurut Kelompok Cipayung Plus perlunya seluruh komponen Masyarakat menyatukan diri untuk bersama-sama bergandengan tangan bergerak membantu pemerintah menyelesaikan pandemi ini.

Berdasarkan perkembangan kondisi yang telah melalui pengkajian bersama di internal Kelompok Cipayung Plus dan berdasar kan filosofis kehadiran negara, bahwa negara diciptakan untuk menyelesaikan masalah-masalah masyarakat, serta kembali pada konstitusi bahwa kesehatan, pendidikan, kesejahteraan dan keadilan adalah hak setiap warga negara, dan negara melalui pemerintah harus bertanggungjawab atas pemenuhan hak-hak tersebut.

Berikut pernyataan sikap kelompok Cipayung Plus yang di sampaikan dihadapan publik dan awak media saat di gedung juang45, Menteng raya 31, Jakarta pusat

1. Presiden harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Kabinet Indonesia Maju.
2. Presiden harus segera meIakukan evaluasi terhadap kebijakan ekonomi, kesehatan, Pendidikan, hukum dan tata kelola Pemerintahan terutama dalam penanganan pandemi COVID-19
3. Pemerintah harus membuat roadmap penanganan COVID-19 berlandaskan pada Undang-undang kekarantinaan Kesehatan
4. Mendesak Presiden Ir. Joko Widodo untuk segera mengambil alih dan memimpin langsung penanganan COVlD-19 serta melakukan reformasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dengan melibatkan pakar dan ahli sesuai dengan bidangnya, bukan memberikan porsi yang besar kepada politisi dan pembisnis yang sangat rentan konflik kepentingan
5. Membentuk Tim Khusus komunikasi penanganan COVlD-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional sehingga komunikasi pemerintah terpusat dan efektif.
6. Pemerintah harus segera memperbaiki data penerima, mekanisme penyaluran bantuan sosial dan kualias bantuan sosial .
7. Segera gratiskan biaya test COVlD-19, Obat-obatan, Vitamin, Oksigen serta mempercepat vaksinasi di kelompok rentan seperti Pelajar, Mahasiswa, dan Pesantren dan menjamin ketersediaannya .
8. Segera Evaluasi dan perbaiki Sistem Pendidikan dan Bebaskan Mahasiswa dari Beban Uang Kuliah Tunggal (UKT)/ Pembiayaan Kuliah .
9. Hentikan segala bentuk tindakan kekerasan terhadap aktivis dan semua elemen rakyat yang menyuarakan aspirasi.
10. Pemerintah harus menjamin kesejahteraan kaum tani, klas buruh, seniman, koperasi, UMKM, dan kelompok usaha informal lainnya.
11. Mendesak Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK- RI ) bersama lembaga penegak hukum lainnya untuk segera melakukan audit dan mentransparansikan anggaran penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi Nasional.
12. Mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama lembaga penegak hukum lainnya untuk tidak tebang pilih dalam penanganan korupsi serta memberikan hukuman berat bagi Pejabat pelaku korupsi.
13. Menghimbau kepada seluruh Kader dan anggota organisasi yang tergabung dalam kelompok CIPAYUNG PLUS untuk bersama-sama melakukan pengawalan atas kinerja Pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi Nasional.
14. Bersama-sama melakukan kerja-kerja gerakan sosial kemanusiaan, selama tidak merugikan masyarakat, organisasi, dan negara.

Cipayung Plus yang beranggotakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI).

Selain itu juga ada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Budhis Indonesia (Hikmabudhi), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND).(Bar/Red)


  • Bagikan
banner 728x90