banner 728x90

Banjir TKA China Tak Dibahas, Jusuf Rizal: Pemerintah Tak Konsisten dan Hanya Lip Service

  • Bagikan
banner 728x90

Jakarta, LiraTV — Deklarasi Gotong Royong yang dihasilkan antara Federasi Serikat Pekerja, Pengusaha, dan Pemerintah terkait Pandemi Covid-19 mendapat respon kritis dari aktivis buruh pekerja, HM. Jusuf Rizal.

Pasalnya, dari enam sikap dan kesepakatan yang dibuat dalam deklarasi itu, sama sekali tidak menyinggung permasalahan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang jumlahnya mencapai ribuan masuk ke Indonesia.

banner 728x90

“Deklarasi Gotong Royong ini cukup positif agar semua pihak termasuk para pekerja mendukung PPKM Darurat guna menekan penyebaran Covid-19. Tetapi tidak kalah pentingnya, pemerintah juga perlu mengatasi banjirnya TKA yang jelas melanggar peraturan dan PPKM di tengah pendemi Covid-19,” kata Jusuf Rizal melalui sambungan WA, Rabu (14/7/2021).

“Pemerintah harus konsisten dengan kebijakannya,” tegas Pria berdarah Madura-Batak itu.

Jusuf Rizal mendesak Menaker Ida Fauziah menindak tegas dan memulangkan TKA yang belum memiliki izin kerja tapi sudah masuk ke Indonesia. Apalagi mereka melanggar protokol kesehatan Covid-19 tanpa masker.

 

Ida Fauziah dengan segala kewenangannya, lanjut Jusuf Rizal, harus segera mengambil langkah praktis dan strategis guna memperbaiki situasi masalah ketenagakerjaan di Indonesia.

“Jika Ibu Ida Fauziah tidak dapat menjalankan itu, Deklarasi Gotong Royong bisa-bisa hanya “Lip Service” saja. Karena masuknya TKA asing yang melanggar Prokes Covid-19, PPKM dan tidak berizin menunjukkan adanya kelemahan dalam sistim pengawasan di Kemenaker,” tegas pria yang juga Ketua Presidium Relawan Jokowi-KH.Ma’ruf Amin, The President Center itu.

Sebelumnya, Kemenaker, Federasi Serikat Pekerja, dan Pengusaha menggelar Deklarasi Gotong Royong di ruang Tridharma, Kemenaker.

Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziah hadir bersama para pimpinan Serikat Pekerja seperti Yorrys Raweyai (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia), Andi Gani Nawawea (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia), AGN, Apindo, Kadin, dan lainnya.

Dalam Deklarasi Gotong Royong, Ida Fauziah mengatakan saat ini bangsa Indonesia dituntut untuk terus melakukan kolaborasi antara pemerintah, pengusaha dan pekerja/buruh agar dapat mengatasi tantangan ketenagakerjaan yang dilandasi semangat saling peduli, optimis, dan bersama-sama bangkit dari dampak pandemi Covid-19.

Kunci utama menghadapi situasi ini adalah dengan kepercayaan yang tinggi dan rasa optismistis. Kreativitas dan inovasi harus terus ditingkatkan untuk bangkit dari keterpurukan. Ikhtiar harus dilakukan dengan komitmen bersama-sama.

Bentuk Komitmen bersama-sama adalah dengan Deklarasi Gotong Royong antar Pemerintah, KADIN, APINDO dan Pimpinan Konfederasi Serikat Buruh/Pekerja, yang berisi:

1. Menyelesaikan segala pertikaian dan konflik melalui dialog yang sehat dan kompromi yang adil;

2. Menepis semua berita bohong terkait pandemi covid-19 yang tidak berdasar pada kajian medis;

3. Tetap mematuhi protokol kesehatan dalam masa PPKM Darurat.

4. Meniadakan pengumpulan massa yang berpotenso menyebarkan virus covid-19 dan membawa semua bentuk perselisihan ke meja perundingan dengan kepala dingin dan bertanggungjawab

5. Memberikan tugas kepada Menaker RI, dengan seluruh kewenangan yang dimilikinya, untuk mengupayakan langkah-langkah praktis dan strategis memperbaiki situasi industri dan ketenagakerjaan di seluruh Indonesia, selama dan pasca-pandemi Covid-19;

6. Saling mengingatkan khususnya dalam hal
penegakan protokol kesehatan di lingkungan
kerja.

“Semoga Deklarasi Gotong Royong dapat “Memenangkan Indonesia, Kita belum kalah, dan kita tidak akan kalah”. Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh,” tegas Ida Fauziah


  • Bagikan
banner 728x90