
Jakarta, LiraTV.id –ย Pengusaha Madura anggota Ormas Madas Nusantara mengajukan penawaran untuk melakukan pembongkaran Monorel ke Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung senilai Rp1.300.000.000 (Rp1,3 miliar) dengan catatan seluruh biaya mobilisasi, alat berat, tenaga kerja, serta seluruh proses pembongkaran jadi tanggungjawab perusahaan.
“Kalau ditanya ada biaya pembongkaran sebesar Rp100 miliar, Madas Nusantara tidak tahu. Kami justru mau ikut membantu Gubernur DKI Jakarta membongkar Monorel dan hasil besi-besinya, kami beli,” tegas Ketua Umum Madas Nusantara, KRH.HM.Jusuf Rizal,SH kepada media di Jakarta, Sabtu (10/1/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Rizal, pria berdarah Madura yang juga Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) kepada wartawan setelah mengomentari postingan di group What App (WA) sejumlah aktivis DKI Jakarta tentang pembongkaran Monorel di beberaoa ruas jalan dengan biaya Rp100 miliar.

Besarnya biaya pembongkaran itu sontak memperoleh berbagai komentar. Sebab anggarannya dinilai fantastik. Dengan biaya sebesar itu, lebih baik Pemprov DKI Jakarta alokasikan ke hal mendesak, seperti kebutuhan pangan masyarakat. Kemudian memunculkan adanya potensi abuse of power (penyalahgunaan wewenang).
Jusuf Rizal kepada wartawan menjelaskan bahwa memang Anggota Pengusaha Madas Nusantara mengirimkan surat resmi kepada Gubernur DKI Jakarta, 29 Desember 2025 atas nama PT. Hidup Bahagia Abadi untuk ikut dalam proyek pembongkaran Monorel. Ia juga menambahkah, Madas Nusantara memberi pengantar.
Dalam surat penawaran yang ditunjukkan ke media, disebutkan perusahaan akan menanggung biaya seluruh proses pembongkaran, mulai mobolisasi, alat berat, dan tenaga kerja. Namun besi-besi bekas bongkaran Monorel dihargai senilai Rp1.300.000.000 (Rp1,3 miliar) untuk pendapatan Pemda DKI Jakarta.
“Jadi seperti saya kemukakan, Madas Nusantara tidak tau ada anggaran Rp100 miliar dalam kontek pembongkaran. Kami hanya berusaha dan kerja keras cari duit untuk membantu menghidupi organisasi. Karena Madas Nusantara bukan organisasi preman. Jika ingin penjekasan detailnya, sebaiknya tanya Dinas Bina Marga DKI Jakarta saja,” tegas Jusuf Rizal yang dikenal sebagai aktivis penggiat anti korupsi itu.


Perlu diketahui publik, Ormas Madas Nusantara merupakan salah satu organ pendukung atau Tim Sukses Pramono Anung-Rano Karno saat Pilkada DKI Jakarta tahun 2024.
Sepanjang pemahaman media, hanya Madas Nusantara hingga saat ini yang belum diakomodir Pramono-Rano dapat jatah di Pemprov DKI Jakarta. Yang lain sudah diberi jatah posisi secara profesional.
Jusuf Rizal sendiri saat ini terjun ke dunia usaha rongsokan, besi tua, maupun pembongkaran bangunan guna menopang pengembangan program organisasinya, seperti Program Sedekah Satu Juta Al Quran. Membuka cabang di luar negeri.
Jusuf Rizal menepis kecurigaan wartawan, Madas Nusantara ikut dalam grand design pembongkaran Monorel yang disebut menelan anggaran Rp100 miliar.
“Kalau ada kecurigaan, ya teman-teman media awasi saja serta harus diaudit, agar transparan. Apakah ada komponen lain selain pembongkaran dengan anggaran Rp100 miliar itu. Jadi harus dibedah,” tegas Jusuf Rizal.
Sebagaimana diketahui publik, pembongkaran 98 tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan hingga Asia Afrika sepanjang 3,5 kilometer akan menelan anggaran hingga Rp100 miliar. Pembongkaran dikatakan akan ditangani Dinas Bina Marga DKI Jakarta.
Hai pembaca setia! Temukan solusi media online Anda di 





