News  

Habib Syakur: Wali Kota Malang Semena-mena Membubarkan Warga yang Mencari Nafkah

JAKARTA – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur bin Ali Mahdi Al Hamid mengaku geram lantaran Satpol PP Kota Malang atas perintah Wali Kota Malang Sutiaji melakukan membongkaran paksa terhadap warung nasi goreng miliki warga keturunan China di Malang.

“Saya terus terang geram dengan kelakuan seperti ini. Penjual nasi goreng mencari nafkah, didatangi satpol pp disuruh bergenti. Apa-apaan ini,” ujar Habib Syakur kepada awak media di Jakarta, Sabtu (25/3/2023).


Habib Syakur menjelaskan bahwa mencari nafkah adalah hak tiap warga negara. Termasuk menjual nasi goreng yang katanya berbahan daging babi (B2).

“Kalau mau jualan nasi goreng semacam itu (daging babi, red) ya silahkan. Kan dijual kepada orang yang senang masakan babi, ya silahkan. Itu kan pangsa pasarnya sendiri. Kenapa harus sewot!” tandas Habib Syakur.

Habib Syakur mengaku mendapat informasi bahwa katanya penjual nasi goreng itu tidak memakai papan nama bahwa nasi goreng yang dijual itu mengandung daging babi.

Padahal, lanjut Habib Syakur, jelas-jelas waktu dilakukan pengamanan oleh satpol PP itu ada papan nama bertuliskan Nasi Goreng Mengandung BA2 (Babi).

“Kemudian ada alasan lain, katanya menurut satpol PP wali kota banyak dapat keluhan. Tapi kan keluhan itu harus disikapi secara objektif. Bukan main hakim sendiri,” tandas Habib Syakur.

Sebagai seorang habib, ia mengingatkan bahwa bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah, bulan penuh ampunan. Sudah semestinya diisi dengan ibadah kebaikan. Bukan malah bikin gadih suasana.

“Kalau pun sekarang bulan puasa, bulan umat Islam tapi kan non-muslim yang ingin mencari nafkah setidaknya harus dikasi kesempatan. Kecuali kalau melakukan penipuan, tidak pakai tanda jenis makanan. Nah itu baru bisa dilaporkan ke Polisi. Bukan main hakim sendiri,” tegasnya.

Atas kejadian ini, Habib Syakur menilai wali kota malang Sutiaji bertindak semena-mena dan arogan. Tidak taat pada aturan hukum.

“Wali Kota Malang semena-mena. Kembalikan Malang sebagai kota yang heterogen,” tuntas Habib Syakur.

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

banner 728x90