banner 728x90

Peringatan 100 Tahun Hari Kelahiran Presiden RI-2 : “Meraih Keteladanan dan Mensyukuri Pembangunan

  • Bagikan
banner 728x90

(Foto: Suasana saat di Masjid At-Tin,Ist)

Jakarta|LIRA’TV— Dalam rangka Peringatan 100 tahun Kelahiran Jenderal Besar HM Soeharto, berbagai kalangan masyarakat berkumpul di Masjid At Tin pada Selasa sore 8 Juni 2021, memanjatkan doa bersama untuk almarhum Pak Harto, serta membacakan Yasin, tahmid, dan tahlil.

banner 728x90

Ratusan peserta akan mengikuti acara tersebut secara Offline dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, dan juga diikuti secara online oleh ratusan masjid di berbagai wilayah, serta berbagai khalayak luas di seluruh Indonesia. Acara doa bersama ini akan dipimpin oleh H Ahmad Fauzi Lubis MA, tahlil akan dipimpin oleh H. Saifullah Ismail MA, Serta ceramah dari Prof. H. Nasaruddin Umar (Imam Besar masjid Istiqlal).  Pada saat itu juga diserahkan buku Profil 999 Masjid Pak Harto yang dilakukan oleh Panji Adhikumoro Soeharto kepada keluarga dan selanjutnya diberikan kepada sejumlah tokoh, antara lain Prabowo Subianto, Barnbang Soesatyo, dan Anis Baswedan.

Momentum satu abad kelahiran Pak Harto ini merupakan momentum yang sangat istimewa bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya bagi keluarga Jenderal Besar Haji Muhammad Soeharto.
Bagaimanapun,  8 juni 2021 menjadi hari yang patut dikenang dan disyukuri oleh siapa pun yang mencintai dan menghormati presiden kedua Republik Indonesia tersebut.

Semasa hidupnya, almarhum Pak Harto adalah satu putera bangsa yang memberikan segala hal terbaik dari dirinya bagi ibu pertiwi tercinta. Sejak remaja,  Pak Harto memilih menjadi bagian dari anak zamannya, menjadi pejuang yang merebut dan mempertahankan kemerdekaan dengan mengangkat senjata. Masa muda Pak Harto dihabiskan dengan meniti karier sebagai prajurit yang menjaga dan memastikan nusa dan bangsanya terjaga dari marabahaya yang datang mengancam.

Hingga pada suatu titik penting hidupnya, Pak Harto diberi tanggung-jawab yang luar biasa berat, di antaranya memimpin Serangan Umum 1 Maret 1949, meredakan pemberontakan pemberontakan di berbagai daerah, memimpin operasi Mandala, Pembebasan Irian Barat, serta membawa bangsa ini keluar dari kemelut nasional pasca kudeta G30S/PKI.(Br/Ll)


  • Bagikan
banner 728x90